Demi Kembangkan Praktek Efisiensi Produksi, Unit Bisnis Sukanto Tanoto Bangun Kerinci Tissue Culture Laboratory

Sumber: wartaekonomi.co.id

Sukanto Tanoto, pendiri sekaligus nakhoda tertinggi grup bisnis Royal Golden Eagle (RGE) selalu mengedepankan praktek bisnis yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, inovasi menjadi harga mati. Hal ini turut diamini oleh seluruh unit bisnis RGE, termasuk APRIL Group beserta anak usahanya, PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) yang berpusat di Pangkalan Kerinci, Riau.

Upaya Sukanto Tanoto beserta jajarannya dalam mewujudkan praktek industri berkelanjutan diwujudkan dalam berbagai macam upaya. Belum lama ini, Sukanto Tanoto kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan hal tersebut. Dengan dibangunnya Kerinci Tissue Culture Laboratory, diharapkan produksi kertas APRIL Group menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi Demi Meningkatkan Efisiensi

APRIL Group yang merupakan salah satu unit bisnis RGE dan induk usaha PT RAPP merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia. Setiap tahunnya, APRIL Group memproduksi sedikitnya 2,8 ton pulp dan 1,15 ton kertas. Pulp dan kertas hasil produksi salah satu perusahaan Sukanto Tanoto ini pun telah dipasarkan dan digunakan oleh jutaan orang di lebih dari 70 negara di seluruh dunia.

Dengan jumlah produksi tahunan yang begitu besar, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuatnya juga dipastikan tidak sedikit. Penggunaan bahan mentah sebesar itu tentu akan mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar, khususnya sekitar area operasional.

Untuk menekan dampak buruk yang bisa dihasilkan, inovasi mutlak dibutuhkan. Efisiensi produksi pun menjadi salah satu cara terbaik untuk mewujudkan hal tersebut.

Inovasi demi mewujudkan efisiensi dilakukan perusahaan Sukanto Tanoto dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi kultur jaringan. Dengan teknologi ini, anak usaha APRIL Group, yakni PT RAPP mampu menghasilkan 100.000 bibit tanaman eukaliptus dari selembar daun. Hal ini membuat produksi bibit tanaman menjadi jauh lebih efektif dan efisien, khususnya untuk penanaman dalam skala besar.

Kerinci Tissue Culture Laboratory Sebagai Wadah Pembibitan Eukaliptus

Dibangunnya Kerinci Tissue Culture (KTC) Laboratory merupakan perwujudkan dari komitmen perusahaan Sukanto Tanoto dalam mewujudkan praktek produksi kertas yang lebih efisien ke tingkat yang lebih tinggi.

Peresmian gedung Kerinci Tissue Culture Laboratory diresmikan secara langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Dalam peresmian tersebut, Menristekdikti menunjukkan apresiasinya kepada perusahaan Sukanto Tanoto dalam meningkatkan efisiensi produksi kertasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti Mohamad Nasir menilai bahwa keputusan PT RAPP dalam menerapkan inovasi bioteknologi sangatlah tepat. Riset dan inovasi memang sangat dibutuhkan dalam dunia industri, khususnya untuk meningkatkan produksi tanpa harus membebani alam dengan eksploitasi berlebih.

Efektivitas dan efisiensi pun menjadi sorotan. Karena harus diakui, dua hal inilah yang dibutuhkan oleh pelaku industri, tidak terkecuali industri kertas seperti APRIL Group dan anak usahanya, PT RAPP.

Dalam laboratorium yang dibangun di kawasan kompleks PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau, praktek pembibitan eukaliptus dengan teknologi jaringan dilakukan. Sedikitnya ada 16 growth room yang tersedia dalam gedung riset tersebut. Dengan growth room sebanyak itu, perusahaan Sukanto Tanoto mampu memproduksi 36 juta bibit eukaliptus setiap tahunnya.

Peresmian Kerinci Tissue Culture Laboratory tidak hanya dihadiri oleh Menristekdikti Mohamad Nasir. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Gubernur Riau, Bupati Pelalawan, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Ristekdikti, Rektor Universitas Riau Aras dan masih banyak lagi.

Kerinci Tissue Culture Laboratory hanyalah salah satu kontribusi perusahaan Sukanto Tanoto dalam mewujudkan industri kertas yang berkelanjutan. Selain membantu meningkatkan produksi kertas APRIL Group secara efektif dan efisien, diharapkan KTC Laboratory juga dapat membantu mengurangi dampak buruk yang dihasilkan selama proses produksi kertas.